Events

Melodi di Atas Awan: Merawat Harmoni Alam dan Jiwa di Jazz Gunung Series 2026

today3 April 2026 117 28 3

Background
share close

Bagi seorang pencinta jazz, musik bukan sekadar rangkaian nada yang teratur. Ia adalah ruang bagi improvisasi, kebebasan, dan sebuah media untuk berefleksi. Dan tampaknya, tidak ada ruang yang lebih sempurna untuk merayakan esensi tersebut selain di bawah langit terbuka, di kelilingi kemegahan pohon pinus dan kabut pegunungan yang turun perlahan.

Tahun ini, Jazz Gunung Series kembali hadir memanggil jiwa-jiwa yang rindu akan ketenangan, menawarkan sebuah petualangan rasa yang mempertemukan keindahan alam nusantara dengan kehangatan komunitas jazz.

Kerinduan yang Menemukan Rumahnya di Kaki Slamet
Ada sebuah kabar baik yang romantis bagi kita semua. Setelah sempat absen pada tahun lalu, Jazz Gunung Slamet akhirnya kembali pulang. Kehadirannya seolah menjadi jembatan emosional yang memperluas romansa Jazz Gunung ke tanah Jawa Tengah.

Pada 27 Juni 2026, Wana Wisata Baturraden di Banyumas akan bertransformasi menjadi sebuah amfiteater alam yang intim dan hangat. Karakter lanskap Slamet yang pekat dengan nuansa magis hutan tropis akan menjadi latar sempurna bagi alunan vokal penuh warna dari Amelia Ong, keceriaan bernostalgia bersama NonaRia, hingga eksplorasi pop-jazz yang manis dari MOCCA.

Saat ini, gerbang menuju kehangatan Slamet telah dibuka melalui tiket Presale 2 untuk kategori Reguler dan VIP. Sebuah undangan terbuka untuk Anda yang ingin menyesap kopi hangat di tengah dinginnya malam Baturraden.

Sepekan Perayaan Kehidupan di Pelataran Bromo
Perjalanan rasa kita kemudian bergerak menuju timur, tempat di mana matahari terbit dengan begitu megah. Jazz Gunung Bromo kembali hadir, namun kali ini dengan nafas yang lebih panjang dan mendalam. Festival yang baru saja dianugerahi penghargaan bergengsi “Green Event of the Year” oleh Kementerian Pariwisata RI ini akan menggelar perayaannya selama sepekan penuh, mulai 18 hingga 25 Juli 2026.

Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, yang legendaris dengan pemandangan puitisnya, akan menjadi saksi dari kurasi musik yang begitu solid. Mulai dari energi kolektif Bromo Jazz Camp, kemegahan aransemen Kevin Yosua Big 6, eksplorasi modern dari Littlefingers dan Batavia Collective, eksotisme ritme Ali, hingga untaian lirik melankolis dari solois yang tengah naik daun, Bilal Indrajaya.

Inovasi “Before Sunset”: Menangkap Pendar Emas Bromo
Ada satu sentuhan baru yang sangat distingtif tahun ini. Jazz Gunung memperkenalkan kategori tiket “Before Sunset”. Ini adalah sebuah opsi yang dirancang dengan begitu estetik, memberikan kesempatan bagi para penikmat baru untuk meresapi transisi waktu paling magis di Bromo—dari sore hari yang syahdu hingga pendar emas matahari terbenam tepat pukul 17.45 WIB—dengan harga yang lebih inklusif.

Bagi mereka yang ingin melebur sepenuhnya dalam ritme malam hingga tuntas, pilihan tiket 1-Day Pass maupun 2-Day Pass untuk kelas Tribune, VIP, dan VVIP tetap tersedia dengan penawaran harga presale yang memesona.

Lebih dari Sekadar Konser
Pada akhirnya, Jazz Gunung Series 2026 bukan sekadar tentang siapa yang berdiri di atas panggung atau lagu apa yang dimainkan. Ini adalah tentang sebuah perayaan keberlanjutan lingkungan, ruang di mana manusia, musik, dan alam semesta saling menyapa dengan jujur.

Informasi lengkap mengenai reservasi dan pembaruan lineup berkala sudah dapat diakses melalui kanal resmi Jazz Gunung. Sampai jumpa di ketinggian, di mana melodi dan alam berpadu menjadi satu harmoni yang abadi. Stay smooth.

Written by: admin

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


PIONER RADIO JAZZ #1 DI INDONESIA