Events

Jazz di Titik Tertinggi: Malam Panjang BRI Jazz Gunung Series 2 Bromo

today28 Juli 2025 326

Background
share close

Bromo, 26 Juli 2025 – Ketika mentari menyelinap malu-malu di balik bukit pasir dan pinus melambai bak tangan semesta yang mengajak berdansa, amfiteater Jiwa Jawa Resort kembali hidup. Hari kedua Jazz Gunung Series 2 Bromo dimulai, bukan sekadar dengan alunan musik—tapi dengan napas kebudayaan, spiritualitas, dan suara alam yang memeluk harmoni.

 

Lorjhu’: Jazz Madura yang Menyuarakan Tanah dan Laut

Panggung dibuka oleh Lorjhu’, kelompok musik asal Madura yang menghadirkan jazz dalam dialek, aroma, dan irama khas timur. Mereka memulai dengan “Intro” dan langsung menghentak lewat “Nemor”, memperkenalkan warna musik etnik Madura yang kaya.

Ketika “Lakonah Oreng Manceng” dan “Kembang Koneng” dimainkan, penonton larut dalam cerita rakyat dan petuah yang diselipkan dalam lirik. Dan saat “Abhantal Ombak” mengalun, angin pegunungan seolah ikut memainkan musik itu, menjadikan Lorjhu’ bukan sekadar pembuka—mereka adalah gerbang dimensi.

 

Bintang Indrianto Trio: Fusion, Funk, dan Filosofi

Dikenal sebagai ikon jazz progresif Indonesia, Bintang Indrianto Trio menghadirkan pertunjukan yang padat, menggugah, dan cerdas. “It’s Pay Day” membawa nuansa urban-funk yang mengajak tubuh bergoyang. Disusul oleh “Culture” dan “Kanderstegcation” yang kaya harmoni dan teknik.

Bintang sendiri tampak seperti seorang penyihir yang memainkan bass bukan dengan jari, tapi dengan jiwa. Set “Cantaloupe Island” memberi tribut ke Herbie Hancock, sebelum ditutup dengan “Rainbow”—komposisi penuh harapan yang mengambang lembut di langit sore Bromo.

 

Natasya Elvira & Bromo Jazz Camp: Vokal Muda di Pelukan Langit

Sesi paling menyentuh datang dari kolaborasi istimewa Natasya Elvira bersama para musisi muda dari Bromo Jazz Camp. Komposisi seperti “Let’s Fall in Love”, “So Lucky to Be Young”, hingga “Misty” mengalun dengan warna vintage dan romansa yang kuat.

Vokal Febiaji dan Callista menggema indah, berpadu sempurna dengan permainan piano Steven dan Nadine, serta groove lembut dari bassist Yosua. Lagu “Bye Bye Blackbird” menjadi puncak emosi—bukan hanya penampilan, tetapi pernyataan: Jazz Indonesia punya masa depan yang cerah.

 

Tohpati Ethnomission: Energi Tanah Air dalam Dentuman Global

Malam mulai turun, dan Tohpati Ethnomission membakar panggung. “Janger” membuka pertunjukan dengan semangat Bali yang magis. “Pelog Rock” memadukan tuning gamelan dan riff gitar yang agresif, disusul “Barong” dan “Reog” yang tak hanya berbicara soal musik, tapi tentang identitas.

Tohpati, seperti biasa, tidak main-main. Ia menjadikan panggung sebagai altar, di mana jazz dan etnik berdansa dalam ritual modern.

 

Rouge: Aroma Prancis di Tengah Pinus

Rouge membawa warna berbeda: eksperimental, sinematik, dan teatrikal. Lagu seperti “Tempête” dan “Louves” penuh atmosfer, seolah mengajak penonton berjalan di lorong kenangan. “Pink Flamingo” dan “Move In” membawa groove elektronik lembut namun intens, menghipnotis penonton dalam pelukan suara dan cahaya.

 

Sal Priadi: Puisi, Luka, dan Kehangatan Manusia

Malam ditutup oleh Sal Priadi, sang penyair patah hati yang mengubah lara menjadi cahaya. “Zuzuzaza” dan “Foto Kita Blur” dilantunkan bukan untuk didengar, tetapi untuk dirasakan. Ia berbicara kepada hati penonton—dengan lirih, namun dalam.

Saat “Gala Bunga Matahari” dimainkan, angin Bromo ikut bersenandung. Dan pada “I’d Like to Watch You Sleeping”, waktu seolah berhenti. Jazz Gunung tidak berakhir di nada terakhirnya—ia terus hidup di dada mereka yang hadir.

 

Jazz yang Hidup dalam Alam

Jazz Gunung bukan festival biasa. Ia bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan perayaan kebersamaan manusia, musik, dan gunung. Pada 26 Juli 2025, semua unsur itu berpadu. Jazz tak lagi hanya berbicara lewat suara, tapi lewat udara, suhu, cahaya, bahkan diam.

Di Bromo, jazz bukan hanya didengar—jazz dirasakan.

Written by: admin

Rate it

Post comments (0)

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


PIONER RADIO JAZZ #1 DI INDONESIA